LANGKAH

Entah knp tangan ini tak mampu menahan rasa untuk mengetik kata di balik rasa.
Aku telah berjalan 3 langkah dan saat ini mencoba untuk menambah langkah selanjutnya. Entah kenapa tekat langkah pertama semakin terkikis hingga langkah saat ini. Langkah pertama bahkan hampir tak teringat lagi karena kanan kiri yang mencoba peduli tapi tak mengerti. Mereka bahkan berbicara tanpa melihat dengan kedua mata, mereka hanya menggunakan sebelah mata untuk menilai sebuah langkah.
Ingin rasanya tak peduli tapi semua tak dapat terobati oleh mereka yang hanya melihat satu sisi.
Kini langkahku terus berlanjut, ingin rasanya mengulang langkah kembali di tempat baru yang benar-benar mengerti. Ketika mereka peduli maka akan datang dan memberi, dan ketika mereka tak peduli maka mereka tak akan berbicara dibalik sisi dan tak bersembunyi dibalik topeng bersemi.
Ah, inilah hidup yang begitu ribut. Aku ingin bebas tapi aku memiliki beban yang siap menyerap. Akan kuselesaikan semua untuk kebebasan terbaik bukan di lingkungan yang hanya berbisik kebenaran tapi bergejolak kebohongan.

Komentar