Jiwaku keluar
mencari cahaya malam, bayangan tubuhku mengikuti dan berjalan di
depanku mengajakku ke tempat yang teduh bersandar pada kasur yang empuk
dari bulu burung unta yang menemani tubuhku yang mulai letih, pada
perjalanan hari yang belum selesai terdaki pada kaki bukit yang makin
terjal
Jiwaku berbicara pada semesta alam yang ada di diriku ingin ku selami semua hingga aku mengerti akan bekal yang harus ku bawa, jiwaku pun ingin mengajakmu kesana pada keindahan rasa yang ada, pada untaian wangi harum surga wlaupun keindahan surga menggodaku jiwaku tak dapat hidup sendiri sperti layaknya adam dengan hawa.
Bekal tercecer pada puzle yang belum terbentuk aku ingin belajar pada langit untuk menguraikannya, pada laut untuk membacanya, pada gunung untuk menghiasnya pada hutan untuk merabanya,semuanya ada di alam semesta diri yang belum terpantul oleh cahay mentari yang membasuhnya.
Ketika dada telah dilapangkan bagaikan hamparan samudera,dan ketika beban telah di hilangkan dari punggung gunung,juga nama yang telah di tinggikan ke langit biru, maka sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan, dan kepadaNya semua berlabuh
Jiwaku berbicara pada semesta alam yang ada di diriku ingin ku selami semua hingga aku mengerti akan bekal yang harus ku bawa, jiwaku pun ingin mengajakmu kesana pada keindahan rasa yang ada, pada untaian wangi harum surga wlaupun keindahan surga menggodaku jiwaku tak dapat hidup sendiri sperti layaknya adam dengan hawa.
Bekal tercecer pada puzle yang belum terbentuk aku ingin belajar pada langit untuk menguraikannya, pada laut untuk membacanya, pada gunung untuk menghiasnya pada hutan untuk merabanya,semuanya ada di alam semesta diri yang belum terpantul oleh cahay mentari yang membasuhnya.
Ketika dada telah dilapangkan bagaikan hamparan samudera,dan ketika beban telah di hilangkan dari punggung gunung,juga nama yang telah di tinggikan ke langit biru, maka sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan, dan kepadaNya semua berlabuh
Komentar
Posting Komentar