26 Agustus 2012 dan waktu yang telah terbuang percuma....
Dulu aku selalu pandai menyembunyikan perasaan ini ... tentang kesalahan, tentang kegagalan, tentang betapa pecundangnya diriku.
Dulu, terkadang begitu mudah untuk tampak sempurna di atas semua kelemahan .... bahkan terkadang melupakannya.
Dulu, aku seorang pecundang .... manusia kotor yang berbaju bersih, dengan senyum, dengan semua kebohongan.
Sekarang aku tetap sebagai pecundang, manusia gagal yang merasa telah berhasil menaklukan dunia.
Bumi hanya tertawa melihat keangkuhanku sampai detik ini .... karena dia tau, waktu tidak akan menunggu pecundang.
Akulah kegagalan terbesar dalam hidupku ... cukup aku ....!!
Dulu aku selalu pandai menyembunyikan perasaan ini ... tentang kesalahan, tentang kegagalan, tentang betapa pecundangnya diriku.
Dulu, terkadang begitu mudah untuk tampak sempurna di atas semua kelemahan .... bahkan terkadang melupakannya.
Dulu, aku seorang pecundang .... manusia kotor yang berbaju bersih, dengan senyum, dengan semua kebohongan.
Sekarang aku tetap sebagai pecundang, manusia gagal yang merasa telah berhasil menaklukan dunia.
Bumi hanya tertawa melihat keangkuhanku sampai detik ini .... karena dia tau, waktu tidak akan menunggu pecundang.
Akulah kegagalan terbesar dalam hidupku ... cukup aku ....!!
.masih untukmu kusimpan cintaku, walau kau tlah lupakan aku..
tak ada yang mampu menggantikanmu..
...masih untukmu seluruh rinduku, walau semua tak kan kembali..dan ku mencintai dalam hati...
*Dygta-Masih Untukmu
Petikan lirik lagu tadi sering banget membuat aku galau. Sebagai seorang jomblo berbakat nominasi peraih Nobel Perdamaian tahun 2014(hahhahahahahha,,, dalam mimpi) aku juga bisa galau.Dan itu membuat aku galau. Ok kayaknya orang galau yang menggalau lagi bingung merangkai kalimat.
Dalam coretan tinta kisah percintaan aku selama beberapa tahun terakhir ini, ada sebuah cerita yang membuat aku selalu merasa bersalah dan berakhir pada tahap penyesalan. aku menyesal tak menulis cerita itu dengan indah dan mengakhirinya dengan manis.
Dalam cerita tersebut, alkisah aku dipertemukan dengan seorang wanita, dan aku yakin dia tidak khilaf. Satu hal yang aku selalu ingat tentang dia adalah bagaimana dia selalu menempatkan aku sebagai pasangan yang sempurna. Dia selalu bisa membuat aku tersenyum saat lelah, dia bisa membuat aku kembali semangat saat putus asa, dan dia selalu memberikan cintanya hanya untuk aku tanpa harus meragu atas sebuah pilihan.
Kenyataan itu tidak membuat aku bisa membalas apa yang telah dia lakukan untuk aku dengan tindakan yang sama. Terkadang aku menyakiti dia dengan sifat kekanak-kanakan, dengan amarah, sungguh aku menyesalinya sampai detik ini.
Saat akhirnya aku dan dia berpisah, aku baru menyadarinya, bahwa hanya dia yang mampu meredam semua keangkuhan dengan keanggunannya sebagai seorang perempuan, hanya dia yang mampu membunuh rasa kegelisahan aku dengan senyum termanis dari seorang hawa, dan hanya dia yang bisa mencintai semua kekurangan aku dengan tulus,,,hanya dia.
Ada sebagian orang menganggap bahwa kisah masa lalu hanya akan menghambat cita masa depan. Tapi bagi aku, masa lalu adalah pegangan untuk tetap maju ke depan. Masa lalu aku dengan dia aku anggap sebagai semacam sengatan lebah dikala aku sedang terpuruk. Hanya dengan mengingatnya aku sampai saat ini bisa tetap berdiri, meskipun mungkin dia udah nggak pernah menganggap aku ada. Bodoh memang, tapi aku bangga dengan semua kebodohan ini.
Kalian harus merasakan cinta yang sebenarnya terlebih dahulu untuk bisa menikmati sebuah kebodohan yang sama dengan apa yang aku alamin sekarang :)
Komentar
Posting Komentar