woooooow,,,sangat mengejutkan....!!
Seperti diberitakan, Kemdikbud telah merilis hasil rata-rata UKA 2012. Dari situ diketahui jika hasil rata-rata UKA secara nasional masih sangat rendah, yakni 42,25 dengan nilai tertinggi 97,0 dan nilai terendah 1,0. Hasil rata-rata itu berasal dari UKA seluruh peserta (guru) dari jenjang TK sampai jenjang SMA. Sangat miris memang, namun hasil UKA untuk Calon Guru Sertifikasi 2012 bukan semata-mata pesertanya Bodoh atau tidak punya kecakapan sebagai Pelopor pendidikan digarda terdepan.
Perlu kita tilik secara bijak atas hasil tersebut, pada dasarnya Pemerintah juga punya tanggung jaawab disini (Melalui Kemendikbud) Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina, Abduhzen menilai rendahnya hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) telah diprediksi sejak awal. Menurutnya, rendahnya hasil UKA merupakan cermin dari realitas guru yang tidak pernah mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari pemerintah.
"Pemerintah selama ini abai dengan pembinaan untuk menaikkan kapasitas guru. Begitu bertugas menjadi guru tidak pernah dilatih, lama kelamaan lupa dengan ilmu," kata Abduhzen, Jumat (16/3/2012) malam, di Jakarta. (Kompas.com)
disamping itu pemerintah juga sepertinya salah kaprah dalam menentukan Peserta UKA, kenapa ? lihat saja dilapangan, pemerintah seperti kurang menghargai mereka (GURU yang telah lama mengabdi pada bangsa ini) contohnya pemerintah masih melibatkan mereka yang usia sudah tua (mendekati usia pensiun) jika memang tujuan UKA untuk menyeleksi Calon peserta Guru sertifikasi yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan Mutu pendidikan secara keseluruhan, kenapa pemerintah sepertinya enggan memilih yang muda?
pasalnya Guru yang masih muda dilihat dari segi umur masi jauh dari masa pensiun (jadi yg muda masih punya potensi untuk lebih lama masa pengabdiannya untuk memajukan pendidikan).
Maaf,, bukannya aku anggap Guru yang sudah tua tidak punya kecakapan. tapi aku punya maksud agar pemerintah lebih menghargai Guru yang sudah tua untuk tidak lagi membebani dengan hal-hal yang sangat membuat mereka bingung ( semisal UKA ). seharunsnya pemerintah mendata mereka-mereka yang telah lama mengabdi untuk negeri ini dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada para kuli pendidikan itu supaya menghadiahkan "Sertifikat Pendidik" sebagai "Kado Terindah" menjelang masa pensiunnya.
jika saja pemerintah mau berbaik hati dan berkeinginan mewujudkan "slogan" meningkatkan pendidikan sudah saatnya pemerintah berbenah diri (pola perekrutan) demi kemajuan pendidikan bangsa.
walaupun agama kita mengajarkan tuntutlah ilmu dari ayunan hingga keliang lahat ( yang bermakna : tak ada batasan umur dalam menuntut ilmu ) namun kita harus melihat tujuan akhir dari Sertifikasi yang menggunakan APBN tak lain adalah hanya untuk kemajuan pendidikan nasional.
"pertanyaannya apakah mungkin mutu pendidikan bisa terdongkrak jika guru yang dilatih profesionalnya masa baktinya mendekati masa pensiun?? "
hmmmmmmm,,,, ini adalah problematika dunia pendidikan kita....!!
“BERI aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru. Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia.”
Begitu suatu kali Presiden Sukarno berkata.
Seperti diberitakan, Kemdikbud telah merilis hasil rata-rata UKA 2012. Dari situ diketahui jika hasil rata-rata UKA secara nasional masih sangat rendah, yakni 42,25 dengan nilai tertinggi 97,0 dan nilai terendah 1,0. Hasil rata-rata itu berasal dari UKA seluruh peserta (guru) dari jenjang TK sampai jenjang SMA. Sangat miris memang, namun hasil UKA untuk Calon Guru Sertifikasi 2012 bukan semata-mata pesertanya Bodoh atau tidak punya kecakapan sebagai Pelopor pendidikan digarda terdepan.
Perlu kita tilik secara bijak atas hasil tersebut, pada dasarnya Pemerintah juga punya tanggung jaawab disini (Melalui Kemendikbud) Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina, Abduhzen menilai rendahnya hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) telah diprediksi sejak awal. Menurutnya, rendahnya hasil UKA merupakan cermin dari realitas guru yang tidak pernah mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari pemerintah.
"Pemerintah selama ini abai dengan pembinaan untuk menaikkan kapasitas guru. Begitu bertugas menjadi guru tidak pernah dilatih, lama kelamaan lupa dengan ilmu," kata Abduhzen, Jumat (16/3/2012) malam, di Jakarta. (Kompas.com)
disamping itu pemerintah juga sepertinya salah kaprah dalam menentukan Peserta UKA, kenapa ? lihat saja dilapangan, pemerintah seperti kurang menghargai mereka (GURU yang telah lama mengabdi pada bangsa ini) contohnya pemerintah masih melibatkan mereka yang usia sudah tua (mendekati usia pensiun) jika memang tujuan UKA untuk menyeleksi Calon peserta Guru sertifikasi yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan Mutu pendidikan secara keseluruhan, kenapa pemerintah sepertinya enggan memilih yang muda?
pasalnya Guru yang masih muda dilihat dari segi umur masi jauh dari masa pensiun (jadi yg muda masih punya potensi untuk lebih lama masa pengabdiannya untuk memajukan pendidikan).
Maaf,, bukannya aku anggap Guru yang sudah tua tidak punya kecakapan. tapi aku punya maksud agar pemerintah lebih menghargai Guru yang sudah tua untuk tidak lagi membebani dengan hal-hal yang sangat membuat mereka bingung ( semisal UKA ). seharunsnya pemerintah mendata mereka-mereka yang telah lama mengabdi untuk negeri ini dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada para kuli pendidikan itu supaya menghadiahkan "Sertifikat Pendidik" sebagai "Kado Terindah" menjelang masa pensiunnya.
jika saja pemerintah mau berbaik hati dan berkeinginan mewujudkan "slogan" meningkatkan pendidikan sudah saatnya pemerintah berbenah diri (pola perekrutan) demi kemajuan pendidikan bangsa.
walaupun agama kita mengajarkan tuntutlah ilmu dari ayunan hingga keliang lahat ( yang bermakna : tak ada batasan umur dalam menuntut ilmu ) namun kita harus melihat tujuan akhir dari Sertifikasi yang menggunakan APBN tak lain adalah hanya untuk kemajuan pendidikan nasional.
"pertanyaannya apakah mungkin mutu pendidikan bisa terdongkrak jika guru yang dilatih profesionalnya masa baktinya mendekati masa pensiun?? "
hmmmmmmm,,,, ini adalah problematika dunia pendidikan kita....!!
“BERI aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru. Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia.”
Begitu suatu kali Presiden Sukarno berkata.
Komentar
Posting Komentar