Aku Inginkan Engkau Bahagia Disana
Di tanggal 10 bulan 10 thn 2010...Di hari Minngu
Dalam usiamu 65 tahun.
Meski kau selalu berucap saatmu tak akan lama lagi..
Tapi aku tak pernah menyangka saat itulah saatnya..
Tapi aku tak pernah menyangka saat itulah saatnya..
Saat yang aku takuti..
Saat ku harus rela kehilanganmu...
Ya Allah Ya Tuhanku....
Betapa sudah panjang perjuanganmu untuk bertahan....
3 sesi kemoterapi, dan puluhan kantong Darah menyusup ketubuhhmu
melalui jarum infus yg menembus kulitmu...
Semua mampu kau lewati..
Semua mampu kau lewati..
Apakah pernah kau mengeluh akan cobaan yang Allah berikan?
Tidak.. Kau sangat sabar....kau bahkan semakin soleh...
aku lah yang sering mengeluh...
aku lah yang sering mengeluh...
Kau selalu bilang 'Istigfar Anakqu... Jangan pernah marah sama Allah...'
Kau ayah yang Hebat..
Kau ayah yg Sabar,,
Kau yang mengajarkanku arti sabar dan ikhlas
Kau lelaki Pemberani dan tak pernah menyerah, kau idolaku sampai saat ini.
2 tahun perjuangan kita.... Sakit sehat silih berganti..
Apakah pantas aku meminta lagi mukjizat dariNya?
setelah Dia berkali-kali memberikan mukjizat kesembuhanmu yang sempurna,
saat kau diizinkan pulang oleh dokter, kau masih begitu gagah.
setelah Dia berkali-kali memberikan mukjizat kesembuhanmu yang sempurna,
saat kau diizinkan pulang oleh dokter, kau masih begitu gagah.
Bahkan nyaris tidak terlihat sakit..
Apakah pantas aku mengeluh?
Sementara rezeki untuk mendapatkan pengobatan terbaik selalu Allah sediakan...
Sementara rezeki untuk mendapatkan pengobatan terbaik selalu Allah sediakan...
Apakah pantas aku marah kepada Allah?
Setelah begitu banyak hikmah selama perjalanan panjang ini....
Perjalanan kesabaran, kesolehan serta keikhlasanmu..
Serta makin kuatnya ikatan cinta antara kita..
adalah hikmah terbesar dari semua cobaan ini.
adalah hikmah terbesar dari semua cobaan ini.
Ya Allah..
Sungguh aku sadari, semakin aku mengeluh..
semakin Allah terus mengujiku..
semakin Allah terus mengujiku..
Kadang aku bertanya...
Mungkinkah ujian ini Allah tujukan untukku... Bukan untukmu...?
Mungkinkah semua cobaan ini Allah berikan karena ibadahku yang belum sempurna...?
Aku sadar dengan cobaan ini Allah ingin jadikan kita manusia yang lebih baik...
Allah ingin menaikkan derajat kita...walau melalui ujian yang sangat berat...
Namun mungkin tanpa ujian berat ini, kita masih sibuk dengan duniawi..
Ananda akan selalu ingat nasihatmu ayah, 'Ananda, sholatlah di awal waktu...'
Kekasihku..
Kalau akhirnya kau kehilangan semangatmu...
sungguh aku tidak menyalahkanmu...
sungguh aku tidak menyalahkanmu...
Aku tau kau sudah lelah...
Aku merasakan pudarnya cahaya semangat dari sinar matamu...
Aku merasakan pudarnya cahaya semangat dari sinar matamu...
Sejak 4 bulan terakhir..
Kau selalu katakan..
"Ikhlaskan Ayah, ...Ayah lebih bahagia disana..
Ayah cuma memikirkan kalian..."
Maafkan aku yang tak pernah menjawab iya...
sampai akhirnya aku ikhlaskan juga saat menjelang kau pergi...
Di jam-jam terakhir perjuanganmu..
sampai akhirnya aku ikhlaskan juga saat menjelang kau pergi...
Di jam-jam terakhir perjuanganmu..
Kekasihku...
Maafkan aku yang tidak bisa merawatmu dengan sempurna...
Maafkan aku yang selalu mengeluh...
Entah apakah sanggup aku memaafkan diriku yang tidak sempurna ini...
Entah apakah sanggup aku memaafkan diriku yang tidak sempurna ini...
Kau lah yang selalu meminta maaf padaku karena sakitmu...
padahal seharusnya aku yang memohon ampun karena ketidak sempurnaanku merawatmu..
padahal seharusnya aku yang memohon ampun karena ketidak sempurnaanku merawatmu..
Kalau tidak menyadari betapa imanmu telah siap untuk menghadapNya...
mungkin tak akan pernah siap ku melepasmu...
Kalau tidak karena keikhlasan yang kau ajarkan padaku...
Mungkin tak sanggup kulalui semua ini...
Pergilah Ayah...
Mungkin tak sanggup kulalui semua ini...
Pergilah Ayah...
Kalau saat itulah waktumu untuk pergi.. Pergilah...
Temui Dia sang pemilikmu... Insyaallah Ananda sudah ikhlas...
Nanda yakin Ayah sudah bahagia disana...
Di tempatmu yang indah ..
Di tempatmu yang indah ..
Tidak usah mengkawatirkanku...
Insyaallah aku dan Ummi akan baik-baik saja...
Kami hanya sangat kehilanganmu dan akan sangat..sangat merindukanmu...
Selamat jalan Ayah...
Selamat jalan kekasih hati..
Nanda, Ummi, Kak Aton, kak Ita dan Bang Mun akan selalu mencintaimu...
Komentar
Posting Komentar